Objek Wisata Liburan Pasar Klewer Solo

Kraton Surakarta dan Pasar klewerLibur t’lah tiba..Libur t’lah tiba..Hatiku gembira.

Lirik lagu tadi memang sangat tepat menggambarkan perasaan seorang anak yang sedang menyambut liburan sekolah. Musim liburan sekolah selalu memberikan nuansa keceriaan tersendiri bagi sebagian besar orang. Namun kadang-kadang kita jadi bingung sendiri pengen liburan ke objek wisata yang mana lagi yah? Liburan ke pantai kok rasanya sudah bosan. Mau ke luar negeri biayanya mahal. Kemana dong? Kalau kami para blogger sih Wisata SEO Sadau aja deh. Nongkrong di rumah sambil ngurusin kontes seo. :D

Kalau masih bingung mengenai tujuan wisata yang seru. Maka kali ini saya akan mengususlkan satu objek wisata yang lumayan seru dan mengasyikkan. Nama objek wisatanya adalah Pasar Klewer. Belum pernah dengar? Busyet deh. Pasar Klewer adalah pusat grosir batik terbesar di asia tenggara. Pasar Klewer ini terletak di kota Solo, Jawa Tengah, dan turut menyumbangkan APBD yang cukup besar bagi kota solo. Masih bingung?

Pasar Klewer adalah salah satu pusat tujuan wisata liburan yang cukup terkenal di kota solo. Pusat grosir Batik yang sudah ada sejak penjajahan Jepang di Indonesia ini menawarkan beraneka kreasi batik yang tentu saja sangat cantik dan unik. Batik-batik yang dijual di Pasar Klewer dikerjakan secara manual oleh para pengrajin tradisional. Hal ini tentu saja menjadi kelebihan dari Batik pasar Klewer. Mengapa? Karena batik-batik tersebut menjadi tidak mudah luntur.

Cuma pakaian batik saja? Ow..tidak dong. Ada juga beraneka ragam aksesoris yang bermotif batik dijual disini. Ada juga berbagai kerajinan tradisional yang sangat unik. Jadi banyak pilihan deh. Nah kalau sudah bosan keliling pasar klewer untuk berburu batik murah. Anda bisa melanjutkan wisata liburan anda ke kraton solo yang letaknya tidak jauh dari Pasar Klewer. Asyik kan? Makanya jangan panik mikirin objek wisata untuk liburan. Banyak pilihan kok, salah satunya Pasar Klewer. Good Luck.

Mengangkat Batik Sebagai Trend Busana Indonesia

Batik IndonesiaSiapa yang belum mengenal Batik Indonesia? Salah satu warisan bangsa sebesar Indonesia ini memiliki beragam jenis yang terkenal unik dan cantik. Zaman dahulu batik menjadi kebanggaan dan jadi diri yang tak dapat lepas dari seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi mengapa di masa sekarang ini batik seakan terpinggirkan dan dianggap ketinggalan zaman? Kita malah senang menggunakan produk-produk impor yang menjadi trend di luar negeri sehingga melupakan batik kita sendiri.

Fenomena ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh batik saja. Banyak warisan nenek moyang kita yang dilirik lagi dan mulai dilupakan oleh generasi saat ini. Sebut saja sebagian besar masyarakat kita jika ditanya rencana liburan sekolah mengungkapkan harapannya berlibur ke luar negeri, mengunjungi singapura, malaysia, paris, USA, jepang, dan lain sebagainya. Hanya sebagian kecil (terpaksa mungkin karena kurang modal) yang rindu menyaksikan peninggalan nenek moyangnya seperti Pulau Sadau yang indah, Monas yang tak kalah dengan menara eiffel, Pulau Komodo atau bahkan Candi Borobudur.

Kembali ke batik. Bahan kain batik zaman dahulu merupakan hasil tenunan sendiri. Sementara itu bahan pewarnanya terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli indonesia yang dibuat sendiri, antara lain seperti pohon mengkudu, nila, soga, dan bahan soda yang terbuat dari soda abu serta garam yang terbuat dari lumpur.

Jenis batik

Batik tulis adalah jenis batik yang dihias dengan teksture dan corak batik dengan menggunakan "tangan". Pembuatan batik tulis ini paling tidak membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan.

Batik cap adalah jenis batik yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan menggunakan "cap" yang biasanya dibuat dari bahan tembaga. Proses pembuatan batik cap paling tidak membutuhkan waktu selama kurang lebih 2 sampai 3 hari.

Batik memang identik dengan kesan formal dan kuno. Mungkin hal inilah yang menyebabkan batik hanya digunakan saat acara-acara formal saja, seperti nikahan, upacara, pertemuan-pertemuan, dan lain sebagainya. Tapi jangan salah kaprah dulu, saat ini sudah banyak kain batik yang disulap menjadi busana yang modis. Bahkan sudah banyak busana dengan motif batik yang kira-kira dapat bersaing sebagai trend busana di Indonesia. Tidak percaya? Makanya cari tahu dong. So, mari sama-sama kita lestarikan warisan batik kita, kalau bisa kita ciptakan trend batik sebagai busana internasional. Bangga sebagai bangsa yang memiliki kekayaan budaya dan alam yang tak kalah dengan bangsa lain. Hidup Indonesia!

Wisata Candi Borobudur Jilid 2

Batu peringatan pemugaran Candi BorobudurDalam beberapa hari ini Kontes Wisata SEO Sadau yang saya ikuti belum juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, jadi dari pada stress mikirin Wisata SEO Sadau, hari kamis (4 Juni 2009) kemarin saya bersama kawan-kawan kos-an ber-wisata sekaligus refreshing ke Candi Borobudur, Malioboro dan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Lokasi wisata yang sangat kontras dengan Pulau Sadau tentunya, abis gak ada laut nih. Panas.....

Dua jam lebih sedikit, waktu yang kami tempuh dari Salatiga, melewati Kopeng dan Magelang hingga akhirnya pukul 13.00 kami tiba di Candi Borobudur. Woah..untung langit sedikit bersahabat dengan beberapa gumpalan awan yang dengan setia menutupi Sang Pangeran Siang hingga kami tidak terbakar hangus sinar teriknya.

Ber-Wisata SEO ke Candi Borobudur
Tidak banyak yang berubah dari Candi Borobudur, semua masih tampak sama ketika terakhir kali saya mengunjungi Keajaiban dunia ini 2 tahun yang lalu. Kami tetap saja harus membayar Rp.12,500,- per orang dan Rp.1000,- per kamera yang kami bawa. Uh..kapan yah digratis-kan saja. Setelah melalui pemeriksaan yang ketat, siapa tahu ada yang bawa bom, kami akhirnya diizinkan masuk ke lokasi Candi Borobudur. Entah mengapa hari ini kok pengunjung sangat ramai, wisatawan mancanegara sih gak usah disebutin, tapi wisatawan domestik ada yang dari Semarang, Jakarta bahkan ada yang dari Ambon. Musim liburan kali yah.

Dari kejauhan, terlihat kemegahan candi peninggalan raja Samaratungga dari dinasti Syailendra ini menyambut kami dengan kegirangan. Dalam hati, perasaan kagum dan bangga menyatu saat saya kembali menyaksikan hasil karya nenek moyang Bangsa Indonesia yang sangat terkenal ini. Sampai sekarang saya masih bingung, bagaimana cara menyusun batu-batu ini dengan sangat rapi. Sekarang aja yang sudah serba modern dan menggunakan alat berat, pengerjaannya memakan waktu bertahun-tahun. Lalu yang hanya menggunakan kedua tangan lemah manusia butuh waktu berapa lama? Katanya sih setengah abad. Wew..

Visit Borobudur Temple on Wisata SEO Sadau Contestant

Butuh waktu paling sedikit 15 menit hingga akhirnya kami tiba di puncak teratas dari Candi Borobudur. Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya (id.wikipedia.org). Berarti kami ada di tingkat 9 dong, pantesan aja betis rasanya mau pecah. Kok ada 10 tingkat yah? Dari id.wikipedia.org saya menemukan penjelasan bahwa Candi Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Seperti sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha. Ooo...begitu.

Setelah 1 jam kami menikmati kemegahan arsitektur Candi Borobudur, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke Jogja. Eitss...Sabar dulu, jangan lupa narsis-narsisan di kaki Candi. Jogja I'm Coming!!

Wisata SEO on Narsis Picture

 
©2009 Blog of Toraja Indonesia and Rusli Zainal Sang Visioner by TNB